Nuansa putih menghiasi bangunan itu, bangunan yang terletak di tengah kota dengan bangunan kokoh yang terdiri beberapa lantai. Aroma serba putih juga berjalan dari satu indra penciuman setiap orang ke yang lainnya. Orang yang berlalu Lalang dengan pakaian serba putih dengan beberapa dokumen yang mereka bawa. Lelaki yang sedang menunggu rekannya yang tengah istirahat itu terperanjat begitu melihat rekannya yang perlahan membuka mata meski pelan-pelan, rupanya Bayu mulai sadar, ia menegrjapkan matanya berkali-kali melihat sekeliling. Sam langsung berdiri dan tersenyum senang melihat Bayu yang sudah terbangun. “Kamu sudah sadar?” Tanya Sam dengan mata yang berbinar tidak bisa untuk menyembunyikan betapa girangnya dia mengetahui Bayu sudah siuman dari pasca melakukan jahitan di luka tusuka

