PELARIAN

1555 Words

PELARIAN Seperti biasa, rutinitas yang tidak pernah bisa ketinggalan di pagi hari bagi sosok Kinan adalah menghabiskan waktu dengan memandangi pemandangan yang disuguhkan oleh alam semesta yang mengelilingi bangunan megah rumah milik Rega. Kinan menunggu sang lelaki, bos mafia untuk terjaga dari tidurnya. Dulu, ketakutan yang terus menghantuinya di setiap ia mulai terpejam, ia tidak bisa menghindar dari ketakutan bahwa Rega akan berbuat macam-macam kepadanya. Kini, ketakutan itu entah dimana, hilang dan lenyap digantikan perasaan nyaman. Kinan merasa baik-baik saja kala Rega tidur di tempat tidur satu ruangan dengannya, bodohnya lagi tubuhnya lebih berkhianat daripadanya. Bagaimana tidak, Kinan tidak akan terpejam bila lelaki itu belum menampakkan diri. “Ga!” Panggil Kinan pada Rega

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD