Rega membuka matanya karena sinar yang diam-diam masuk dari celah-celah kamarnya, sedangkan gadis disampingnya masih tertidur dengan membelakanginya, dan seperti yang diketahui Rega tidak bisa memeluk Kinan dengan bebas seperti dulu karena entah dapat ide darimana gadis itu semalam membuat batas antara dirinya dan Rega. Rega bisa saja membuang guling yang memang sengaja diletakkan di tengah-tengah mereka. Namun Rega sangat menghormati Kinan dan juga Rega enggan untuk memaksa sesuatu hal pada Kinan seperti layaknya dulu. Rega yang selalu bersikap apapun itu sesuai dengan keinginannya tidak peduli orang yang bersangkutan bersedia atau tidak. Tok…tok… “Ga!” Panggil Sam yang rupanya mengetuk pintu dari luar, lelaki itu tidak bisa masuk seperti dulu lagi karena semenjak Kinan telah kembali

