“Nek!” Kinan membeku ditempat kala sorot mata Rega bertemu dengan pandangan matanya, gaya angkuh dari Rega membuatnya semakin tampan dalam penglihatan Kinan. Tidak hanya matanya saja yang membeku, lidahnya kelu dan jantung Kinan berdegup kencang begitu Rega semakin dekat dengannya sekarang. Tidak hanya Kinan, Cahyaning terpaku dengan panggilan Rega yang setelah sekian lama tidak pernah ia dapatkan. Bahkan ini pertama kalinya Rega mendatanginya dan duduk di sebelahnya meski pandangannya tertuju pada Kinan yang menunduk. Lebih tepatnya, gadis itu sedang kebingungan bagaimana berhadapan dengan Rega setelah perpisahan mereka. “Apa dia pelayan baru nenek di rumah ini?” Tanya Rega pada Cahyaning berpura-pura tidak mengenal Kinan, membuat Kinan mendongak menatap Rega yang membuang muka darin

