Second Time

1054 Words

"Kamu sepertinya kurang istirahat, Dave." ucap sang ibu setelah menghampiri kamar putra semata wayangnya. "Ma, tadi Dave lihat sendiri." "Ya sudah. Jangan lupa tutup jendelamu, ya. Jangan matikan lampunya kalau takut." Wanita paruh baya itu mengusap puncak kepala David sama seperti kali pertama putranya itu memiliki kamarnya sendiri dan sering mengeluhkan hal-hal yang sebenarnya hanya ada dalam pikirannya sendiri. "Ma..." "Dave, Mama sudah periksa semuanya. Atau, kamu mau tidur bersama Mama?" "No! Dave sudah besar, Ma. Ya sudah. Mungkin benar, Dave terlalu lelah dengan semua ini. Night, Ma." Setelah sang ibu keluar dari kamarnya, David mencoba berpikir jernih. Semoga, apa yang ia lihat memang hanya sebuah kesalahan. Ia benar-benar hanya terlalu lelah hari ini. Karena esok hari seni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD