The Wall

1051 Words

Baik David maupun sang ibu hanya saling diam dan menatap satu sama lain. Tidak ada yang memilih untuk membuka suara terlebih dahulu. Hanya helaan napas yang terdengar semakin terdengar jelas. "Dave..." ucap sang ibu lirih pada akhirnya. Memecah segala keheningan yang terjadi di antara ibu dan anak itu. Tak lantas menjawab, David hanya membuang napasnya kasar sambil menunduk lesu. Ia bahkan tidak ingin mendengar apapun setelah ini. Ia terlalu takut kalau kenyataan membenturnya terlalu keras. Wanita paruh baya itu lantas memegang pundak sang putra agar mau menatap ke arahnya. Namun, alih-alih menatap, tatapan David malah terkunci pada lengan sang ibu yang masih berada di pundaknya. "Kenapa Mama lakukan ini?" David terpejam sejenak. Meski enggan, ia tetap harus tahu alasannya. Mengapa ib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD