Part 43 Terbongkar

1961 Words

“Pak!” teriak Tek Upik di dapur. Aku yang mendengar teriakan tersebut segera berlari menuruni anak tangga menuju dapur. Bang Arfan dalam posisi tertelungkup tak sadarkan diri. “Nak! Kamu kenapa?” ucap Mama sambil mengguncang tubuh Bang Arfan. “Badan Arfan panas Buk!” ucap Bang Yunus yang mencoba mengangkat tubuh besar Bang Arfan. Aku hanya berdiri mematung, aku cemas dengan keadaannya. Tapi hatiku mulai beku untuk membantunya. “Al, tolongin Yunus!” perintah Mama sambil berteriak. Dengan tergesa-gesa aku pun menurutinya. Aku dan Bang Yunus membopong tubuh Bang Arfan ke kamar. Tubuhnya terasa panas dan agak ringan dari biasanya. Sudah beberapa bulan ini aku memang mulai tak memperhatikannya lagi. Menurutku, aku harus mulai terbiasa tanpa adanya Bang Arfan. Karena jika Kak Sari melah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD