Part 22 Maaf

1886 Words

Pov Alya. Mataku perlahan terbuka, kuedarkan pandanganku ke segala penjuru ruangan. Bau obat-obatan menusuk ke hidungku. Dimana aku? Ku lihat tangan kananku ada bekas ikatan. Sedangkan tangan kiriku, ada seseorang yang sedang menggenggam tanganku dalam posisi tidur dengan kepala tertelungkup. Dari warna kulit, bentuk rambut dan wangi parfumnya, aku yakin itu adalah Kak Bram. Tapi kenapa aku dengannya? Bukannya tadi aku di kos Dinar. Apa yang terjadi padaku? Ku lihat kearah jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. ”Kak,” ucapku. “Al, udah bangun?” ucapnya sembari mengelus kepalaku. Aku hanya mengangguk lemah,” apa yang terjadi Kak? Bukannya tadi Alya sedang di kos Dinar? Kenapa sekarang malah di rumah sakit. Kak Bram kelihatan bingung untuk menjawab pertanyaanku, “ Adek istir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD