Kenyataannya Yuta tetap datang besoknya, besoknya lagi. Sudah tiga hari berlalu sejak Sua meminta Yuta untuk tidak memedulikannya, tetapi Yuta seolah tidak pernah mendengar kata-kata itu. Anenya, Sua tidak merasa terkejut dengan sikap Yuta ini. Bahkan ia merasa, setengah yakin Yuta tidak akan begitu saja menuruti ucapannya. Apa yang sebenarnya Yuta pikirkan? Ia bertanya-tanya. Sua tidur di ranjang tingginya yang ramping. Memandang kosong pada langit-langit ruangan dengan tangan terlipat di d**a. Mendadak sebuah pertanyaan muncul dalam benaknya. Apa yang ia lakukan di sini? Kenapa ia dilarang pulang? Yah, walau pulang bukan pilihan yang akan ia ambil. Sua memutuskan tidak akan pernah kembali lagi ke rumah Mom. Tidak akan pernah. Tapi, perhatiannya terpusat kembali pada pertanyaan itu. Ses

