Sua termenung, memandang kosong keluar jendela menuju laut lepas. Ia belum bisa mengenyahkan mimpi itu dari ingatannya. Dan mendadak saja, ia merasa lebih hampa dari yang pernah ia rasakan sebelum ini. Angin pastilah bertiup kencang di luar sana. Terlihat dari ranting-ranting tanaman di depan jendela yang bergerak-gerak menggores kaca. Lalu bayangan Han yang tersenyum dan berangsur tenggelam muncul lagi. Sua menyentakkan diri dan menggelengkan kepala. Tidak menyadari sudah selama apa ia hanya berdiri saja di sini. Sua tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Segalanya kosong dan menyakitkan. Pedih rasanya tiap kali ia mencoba bernapas. Ingatan Sua teus berlarian menjauh dari kenyataan. Pada saat ia pertama kali bertemu dengan Han. Pada pesta pernikahan Mom dan Dad. Han yang begitu sempurna
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


