Atlas duduk diam di dalam kamarnya sambil menatap kotak kayu pemberian Lyra. Hatinya ingin membuka kotak itu sejak tadi, tetapi Atlas masih ragu dan ingin menundanya beberapa saat agar hatinya benar-benar siap untuk melihat isi dari kotak itu. Pada saat Atlas ingin membuka kotak kayu itu, tiba-tiba saja pintu belnya berbunyi membuat lelaki itu langsung meletakkan kotaknya untuk membuka pintu. “Mau apa anda ke sini?” tanya Atlas, kepada sang tamu yang tidak lain adalah Gabino. Setelah kejadian itu baru sekarang Atlas dan Gabino kembali bertemu. “Apa boleh Papa masuk, Nak?” tanya Gabino, tatapannya penuh harap untuk bisa masuk ke dalam unit apartemen milik putranya. Atlas langsung membuka pintu selebar mungkin dan menggeser tubuhnya agar sang papa bisa masuk dengan leluasa. “Silahkan dud

