Chapter | 32.1

2340 Words

    Sekuat mungkin Nessa meneguhkan hati saat itu di depan pintu besar nan kokoh memamerkan keindahan pahat, tanpa panel, atau tombol kendali namun Nessa mengeratkan jemari mengatup pada benda tajam dan pipih. Nessa berdiri dan mengarahkan ujung menyerupai belati untuk ditancapkan ke manik mata pintu ruang rahasia Gerald tak kasat mata, namun terlihat saat Paul telah menekan kode sandi tertera di layar monitor yang terbenam di bawah lantai,     "Ngomong-ngomong darimana kau mendapatkan kode itu?" Sekedar penasaran dan menenangkan hati Nessa mencoba memecah keheningan.     "Sepandai-pandainya tupai melompat pasti dia akan terjerumus ke daratan." Santai, Paul hanya menyusupkan tangan di saku celana.     "Bukan itu yang benar 'sepadai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga'." pr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD