Westminster, London. Inggris Kicauan burung mengalun merdu di halaman belakang rumah Rosell, aroma dari kudapan yang Ariana siapkan seakan sihir khusus untuk mata dari hasil kekokohan cinta dan tubuh Paul selepas berenang bersama Emily, "Makanan sudah siap!" Ariana menyambut. Dua manusia duduk di tepian kolam renang itu pelengkap senyumnya. "Hai Mama!" Emily melambai, menggemari gemercik air di tangan serta melayang bebas di udara oleh tingkah ayahnya. "Jangan berhenti dulu sebelum Papa menggigit mu." Mulut Paul mengerang, menirukan suara harimau hendak menerkam mangsa. "Tidak mau," Emily terkekeh senang akan gelitik di pinggang dan leher. "Mama tolong aku!" "Ayolah sayang, sebentar lagi Mama ada tugas penting." Bujuk Ariana menyiapkan sarapan di meja ruan

