LimaBelas

962 Words

Davino masih setia menatap wajah pulas istrinya. Kini ia mengalami fase di mana seseorang tersenyum dengan sendirinya, hanya dengan melihat wajah Veroniccha. Entah pelet apa yang diberikan istri anehnya itu. Belum genap tiga bulan dan ia sudah jatuh pada Veroniccha. "Mengapa belum tidur?" Veroniccha membuka matanya setengah dan menatap Davino. "Aku belum mengantuk." "Kau benar-benar harus tidur dengan aku mengusap kepalamu lagi?" Davino mengerucutkan bibirnya sebal mendengar sindiran Veroniccha. "Mau keluar sebentar?  Langit malam bandung sangat bagus," ajak Davino yang sudah terduduk di ranjangnya. "Dio bagaimana?" "Dia takkan terbangun. Kita hanya berada di balkon menikmati secangkir coklat panas dan menatap bintang."   *__*   Kini di sinilah mereka. Menyesap coklat panas guna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD