LISA MENCARI KARMILA

1203 Words

“Iya,” jawab Karmila lalu hanya mendengarkan ucapan si penelepon. Kemudian dia pun menjawab,”Baik, Bu. Saya segera ke sana. Tolong dimaafkan.” Vivian bengong mendengar ngomongan Karmila dengan lawan bicaranya. Ada masalah lagi dengan siapa Karmila? Batin Vivian. Karmila menutup pembicaraan dengan ekspresi sedih. Vivian yang merasa ada sesuatu, segera bertanya,”Siapa barusan?” “Ibu kos. Kenapa kunci kamar kaga kasih dia?” tanya Karmila dengan kedua alis terangkat. Seketika Vivian kaget dan berseru,”Oh My God! Sumpah. Di otak gua, ini kunci rumah. Berasa ada yang salah, tapi kaga keinget. Ini kunci kos. Besok deh, gua kasih.” “Ibu kos minta gua ke sana. Ada sesuatu, katanya.” “Lu harus rehat. Biar gua yang kasih. Ngobrol bisa via telepon. Kaki lu harus sembuh.” Karmila seketika m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD