Two Prince Azfary

1331 Words

Setelah sampai di rumah, Ily langsung menuju Sean dengan tatapan menyelidik. Seolah tau maksud dari kakaknya, Ily hanya menundukkan kepala karena ia tau akan kesalahannya, yaitu tak menunggu persetujuan dari kedua kakaknya. Ia sangat menyesal. Willy tidak mau melihat kakaknya marah atau mendiaminya. Ily mendekat ke arah Sean, dengan perlahan Ily menarik narik kecil ujung kaos yang sedang pakai Sean. Sean masih mendiami Ily dengan wajah dinginnya dan itu jelas membuat Ily berkaca-kaca. "Kakak ... Ily minta maaf." Suara serak menahan tahan tangisnya. "Kenapa gak menunggu balas kakak?" "Ily—" "Menjawab ?? Kakak belum selesai bicara." Ily semakin menegang seraya menahan tangisnya dengan menggigit bibir hingga berdarah. Itulah yang selalu dilakukan nya. Satu tangan Ily meremas baju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD