"Garka? Lo sakit?" tanya Ilo hati-hati. Garka tidak menceritakan alasan kenapa ia melakukan perbuatan tadi di kantin kepada mereka, padahal ke-empat sahabat Garka itu benar-benar penasaran. Jika di tanya, Garka hanya akan menjawab seada nya dan tidak membuat mereka puas. Garka menaikkan sebelah alis nya. "Enggak." "Gak ada hujan gak ada badai, lo main nembak anak orang aja," ucap Dami yang masih bingung dengan tindakan Garka tadi di kantin. Ia bahkan berjalan linglung di belakang Garka saat berjalan tadi karena sikap Ketua nya itu sangat aneh, dan itu malah berdampak pada diri nya atau mungkin ke-empat nya? Pantas saja Garka tiba-tiba mengajak mereka untuk makan di kantin kelas sepuluh. Ternyata Garka menyatakan perasaan pada cewek kemarin. Atau mungkin lebih tepat nya meng-klaim bahwa

