BAB 12

1273 Words

"Gevan!!" Laki-laki berambut hitam legam itu berbalik. Terlihat garis ketampanan Argeswara turun kepada dirinya. Senyumannya terbit menampilkan sebuah lekukan indah di pipinya membuat siapapun terpesona dan betah menatapnya.  "Kenapa, Garka?" "Waktunya check up, gue anter." Gevan tersenyum kecil. wajahnya menunjukkan seakan dia baik-baik saja, Namun sebenarnya tidak sama sekali. Ada binar sedih terpancar dari netra berwarna light brown itu.  "Mama... Sama Papa... Gak bisa lagi, ya?" Garka meneguk ludahnya sendiri dengan susah payah. Ia merasa tidak tega kepada Abang nya ini. "Gak bisa, mereka lagi kerja." "Ohh... Yaudah." Garka mengangguk. Mereka berdua lalu pergi ke rumah sakit untuk check up. Selama perjalanan, Garka yang menyetir. Sebenarnya Gevan juga bisa menyetir mobil, hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD