BAB 23

1547 Words

"GARKA!!" Merasa terpanggil, Garka menoleh sebentar lalu kembali melanjutkan perjalanan nya dengan wajah datar dan kedua tangan berada di dalam saku. Raut wajah nya tidak bersahabat, rambut yang biasa nya berjambul itu kini turun ke bawah menutupi dahi. Langkah berjalan nya pun seperti orang yang enggan. Hal tersebut tentu saja membuat ke-empat sahabat Garka khusus nya Dami yang memanggil nya tadi terbingung. Baru saja kemarin mereka melihat Garka kembali dengan mood baik, sekarang Garka terlihat tidak baik lagi. "Garka kenapa lagi si? Tuh anak gak pernah cerita sama gue kalau ada masalah," ucap Dami sambil menghembuskan nafasnya. "Gue juga gak tau, Dam. Boro-boro cerita, di tanya juga diem aja." Aldi berdecak lalu membenarkan letak bandana di saku belakang celana putih nya. "Kemarin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD