Malam hari ini setelah makan malam bersama keluarganya, Keyra duduk bersila di atas tempat tidur berhadapan dengan buku Matematika. Pensil yang di pegang nya ia ketukkan ke kepalanya pertanda ia sedang berpikir keras. Jam di atas nakas menunjukkan pukul sebelas malam, pekerjaan rumah nya tak kunjung ia selesaikan. "Gimana, sih?" gumam Keyra. Gadis berpiyama biru muda itu membaringkan diri, mengabaikan tugas Matematika yang biasanya terasa mudah. Pikirannya sedang tidak karuan membuat nya tidak bisa berkonsentrasi. Ia malah mengambil ponsel nya dan membuka aplikasi pengirim pesan. Beberapa kali tangan nya gatal ingin mengirimkan pesan kepada Garka. Seharian ini laki-laki itu tidak mengabarinya dan juga tidak ada kabar. Room chat terakhirnya hanya Garka baca, tidak terlihat tanda-tanda ak

