BAB 47

2216 Words

"Keyra sayang. Buka pintu, Nak. Ada Anin disini." Cika menghela nafas gusar saat lagi-lagi usaha nya gagal. Membujuk Keyra keluar sama susah nya dengan menggenggam angin. Sedari malam sampai sekarang sudah menjelang pagi hari, Keyra tak kunjung menampakkan diri. "Biar Anin aja, Bun." Cika mengangguk, ia membiarkan Anin berbicara kepada Keyra dan memberikan waktu kepada dua gadis itu untuk bicara. "Key..." Anin berucap lirih. "Keluar dong..." "Key??" Tak ada jawaban. Anin berdecak lalu duduk dilantai dengan badan bersandar di pintu. Ia terdiam beberapa saat sebelum membuka suara nya kembali. "Di satu sisi gue ngerti perasaan lo, Key." Anin memeluk kedua lutut nya. "Gue tau lo gak mau pisah dari Kak Garka, lo gak mau jauh dari dia, dan lo takut kehilangan dia." Keyra masih tak menja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD