Seorang laki-laki yang tengah berbaring di kasur apartment tak henti-henti nya menarik nafas lalu membuang nafas. Berkali-kali juga laki-laki itu mengubah posisi nya, dari mulai berbaring, bangkit, tengkurap, dan lain sebagai nya. Hati nya gelisah di campur berbunga-bunga, degupan jantung nya pun tak henti-henti terasa semenjak satu jam lalu. Tengat pukul satu malam, tak ada tanda-tanda laki-laki ini akan tidur. Matanya cerah tak terlihat mengantuk. Senyum pun terus tersungging di bibir tipis nya. Bayangan Keyra saat menyatakan perasaannya jelas menganggu ketenangan Garka. Gadis itu dengan gamblang nya menyatakan cinta padanya. Reaksi Garka? Membeku dengan lidah kelu karena terlalu terkejut. Garka membalas pernyataan Keyra? Tentu saja! Sedari awal Garka mengklaim gadis itu memang karena

