Aiden berjalan tegap ke sebuah taman. Ia akan bertemu seseorang yang membuatnya harus rela menghabiskan bensin setengah liter hanya untuk mengantarkan seorang gadis. "Garka." Garka menengok. Laki-laki itu tengah duduk di bangku taman dengan salah satu kaki di tumpangkan. Jari telunjuk dan jari tengahnya mengapit sebuah barang candu lalu mulut nya menghembus kan asap ke udara. "Udah?" Aiden mengangguk. Ia duduk di samping Garka dengan posisi yang sama. "Thanks, Den." Aiden berdehem. "Lain kali gak usah ribut lah." Garka terkekeh. Ia membuang rokok itu lalu menginjak nya. "Gue gak ribut. Cuman pengen ngejauh aja." Aiden berdecih. "Lo percaya sama yang Kania bilang?" Garka bergeming. Ia memang sudah memberitahu Aiden tentang masalah nya. Ia selalu meminta tolong Aiden untuk menjaga a

