Keyra tersenyum lega. Ia memeluk erat perut Garka sambil menempelkan pipi nya di punggung tegap ini. Garka dibalik helm nya tersenyum tipis. Jika boleh jujur, Garka sangat merindukan gadisnya. "Aku gak mau kamu berantem lagi, Garka," ucap Keyra. Garka diam saja. "Berantem gak nyelesaikan masalah." Garka masih diam. Keyra mengeratkan pelukannya sambil memejamkan mata. "Aku sayang kamu," gumam Keyra pelan. Lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan rumah Keyra. Meskipun sudah sampai, Gadis cantik ini tidak mau melepaskan pelukannya dan terus mengaitkan lengannya di perut Garka. "Udah sampe," ucap Garka tanpa melepaskan helm fullface nya. Keyra menggeleng. "Aku gak mau kamu berantem." "Turun, Key." "Maafin aku, Ka." Keyra meremas seragam Garka. "Aku tau aku salah,

