Regan merutuki pegawai yang bertugas di apartemen tif. ia takut tif sakit atau tidak sadarkan diri di dalam kamar sehingga ia memaki – maki pria yang sudah setengah jam berkutat mendobrak pintu apartemennya itu. Regan lebih terkejut lagi saat pintu itu berhasil di buka, ia memasuki ruangan apartemen itu dan melihat bahwa barang – barang di dalamnya sebagian sudah menghilang. Hanya tersisa sofa, lemari dan tempat tidur. Semua pakaian wanita itu tidak ada di dalam lemarinya. Alat rias yang biasa wanita itu pajang di meja samping cermin nya tidak ada. Semuanya menghilang. Kamar mandi yang biasanya penuh dengan alat mandi yang beragam berubah menjadi ruangan lembab yang kosong. “Sialan!” Regan menendang pintu kamar mandi itu lalu dengan gusar tangannya meyisir rambutnya hingga berantakan.

