azalia sekarang sedang mematut diri di depan cermin dibantu oleh Anita dan Aulia.wajah cantik milik nya benar-benar terpahat sempurna dengan balutan makeup flawless yang semakin membuat nya tampak mempesona.tapi tetap saja umur Azalia sekarang baru tujuh belas tahun terhitung sangat muda untuk menikah,apalagi melahirkan seorang bayi.
“kamu kelihatan cantik banget."
“iya,coba sekarang berdiri!."titah Aulia.
Azalia menurut, sebenarnya ini sangat sulit untuk nya.aulia tidak pernah memakai kebaya,apalagi sekarang di tambah dengan banyak nya perhiasan di tubuh Azalia.
“kamu sangat cantik,aku yakin tuan Dylan pasti akan sangat terpesona."puji Anita.
“aku jamin,apalagi polesan nya berasal dari tangan ku."Aulia berujar penuh kebanggaan,puas sekali dengan hasil yang ia ciptakan sendiri.
“aku merasa,ini berlebihan."gumam Azalia bingung bagaimana caranya menolak.
Anita dan Aulia saling melirik.bingung dengan sikap klien mereka,sebagai seorang MUA dan asisten yang sudah melalang buana di dunia entertainment bahkan memiliki banyak klien artis.hajya Azalia yang merasa tidak percaya diri dengan penampilannya,padahal dia sudah di sulap bak seorang putri Disney di balut kebaya khas Indonesia.
“anda cantik nona sangat cantik bahkan,ayo berdiri lihat ke cermin."ajak Aulia.
“aku...”
“percaya deh sama kami,anda benar-benar cantik hari ini.lihat deh,kebaya mewah di hiasi Payet,mutiara,kain jarik khusus.perhiasan berlian,wajah cantik.nail art khusus buatan Anita,percaya pada saya nona,anda cantik kok pakai banget."puji Anita lagi.
ya Allah aku gak percaya diri.
Azalia berbalik,menghadap cermin.mulut nya terperangah karena tidak menyangka dia secantik ini, apalagi perhiasan berlian yang terlihat berkilauan di terpa lampu.
“aku benar-benar sangat cantik.”gumam Azalia tidak percaya.
“anda cuma butuh sedikit polesan dan ya..."timpal Aulia.
Azalia mengangguk bahagia,ia mengalihkan pandangan pada kuku kuku tangan nya yang sekarang berubah menjadi hitam.di atas nya terdapat corak bunga berwarna putih lalu di lapisi Glitter berwarna putih pula, membuat kuku Azalia terlihat lebih cantik.semua nya di padupadan kan dengan kebaya berwarna biru Dongker milik nya.
“semoga lancar sampai hari h nona,kalian pasangan yang serasi."puji Aulia.
“semoga Sakinah mawadah warahmah,nona memang masih kuda lebih muda dari saya malah tapi saya yakin nona cukup dewasa."ujar Anita juga.
Azalia terdiam,belum mau berkata apa-apa.karena dua tidak mengharap kan pernikahan yang sakinah sekarang.
******
“tuan nona Azalia sudah siap."
sekertaris Chen berujar sembari menunggu tuan Dylan Einstein Wang yang sekarang sedang bersiap di apartemen pribadi milik nya yang sangat mewah.
“hem."
“apa anda benar-benar tidak tertarik membeli sebuah rumah mewah?.*
“untuk?."
“anda akan menikah,saya rasa kemungkinan nona Azalia lebih nyaman di rumah sendiri dari pada di apartemen ini.”jawab sekertaris Chen jujur.
Dylan terkekeh,belum menjawab sibuk merapihkan lengan kemeja batik berwarna biru Dongker senada dengan kebaya yang di pakai oleh Azalia.
“saya sudah keluar modal banyak untuk menikahi nya, jadi saya tidak tertarik mengeluarkan uang lagi."tolak Dylan.
“bukan nya lebih nyaman punya rumah dari pada apartemen ini?."
“saya lebih nyaman di sini,ayo!.”ajak Dylan enggan menimpali saran sekertaris Chen yang sangat ingin meminta nya membeli rumah.
apa maksud nya tuan Dylan tidak akan tinggal di Indonesia setelah nikah?.
sekertaris Chen bertanya-tanya dalam hati.dulu,alasan dari dylan enggan membeli rumah karena kesibukan nya di dunia bisnis sampai jarang pulang ke Indonesia.bagi Dylan membeli rumah hanya buang-buang uang,karena itu dia hanya membeli sebuah apartemen mewah yang bisa ia tinggali saat berada di Indonesia.dalam tiga bulan,Dylan hanya mempunyai waktu berkunjung ke Indonesia sekitar satu Minggu,jadi untuk apa membeli rumah kalau tidak ada yang tinggal di sana.
“apa kau masih akan terus di sana sampai saya pergi?!."tanya Dylan ketus.
“maaf sir, saya melamun tadi.”gumam sekertaris Chen.
Dylan hanya mendengus,dia tidak mempunyai siapa-siapa setelah kedua orang tua nya tewas saat mendaki di gunung everest.karena itu yang ikut mengantarnya melamar Azalia hanya sekertaris Chen dan beberapa bodyguard yang bertugas untuk membawakan kotak hantaran.
“soal pernikahan,kita punya dua pilihan sir.hotel Xxxx di Jakarta pusat menawarkan diri sebagai tempat,hotel deluxe di Beijing juga menawarkan diri secara gratis untuk menjadi tempat pernikahan."jelas sekertaris Chen menunjuk kan ke pada Axelio dua hotel yang bersedia menjadi saksi pernikahan dylan.
“bukan nya itu terlalu jauh?."
“ya tapi rekan bisnis anda kan memang orang jauh."
“akad di hotel xxxxx,resepsi di hotel deluxe tiga hari kemudian.undang semua orang yang kita kenal."jawab Dylan singkat.
“baik sir laksanakan."
Dylan hanya berdehem.
tidak lama setelah nya,mobil yang dinaiki Dylan sudah mulai memasuki halaman rumah Azalia.di sana para tetangga berkumpul,menyambut kedatangan Dylan.
dengan langkah tegap, mengulas senyum pura-pura ramah Dylan keluar dari dalam mobil bersama rombongan nya yang datang membawa box hantaran.box yang berisi barang-barang bermerek, tas Dior,set makeup dari channel dan sebagai nya.
“silahkan masuk.”
Dylan dan rombongan berjalan masuk.
berbagai macam hidangan sudah di siapkan,si tambah dekorasi indah yang di buat khusus oleh tim sekertaris Chen.ini lah guna nya seorang bos sangat teliti dalam mencari seorang sekertaris,supaya tanpa mereka harus turun tangan pekerjaan akan langsung selesai.
“saya sebagai perwakilan keluarga,ingin bertanya apa tujuan anda dan rombongan datang kemari?."tanya pak RT basa-basi.
mau lamaran lah!. Gerutu Dylan dalam hati.
“saya datang mau melamar Zarina mubasira Alishba Azalia.”
perbincangan basa-basi semakin berlanjut,sampai akhirnya Azalia di panggil untuk segera turun