kecelakaan

654 Words
“sudah jangan berisik,kita makan sekarang!.”sungut gio tidak suka,dia menyodorkan masing-masing bakso jumbo pedas di hadapan kedua sahabat nya. Azalia langsung mengangguk acuh,seakan tidak peduli dengan kedatangan bos muda.pria tampan yang sekarang sedang menetap di Beijing China untuk mengembangkan perusahaan nya di sana,tapi sebelum itu bisu sudah lebih dahulu membangun sebuah perusahaan raksasa di Indonesia.salah satu nya adalah tempat kerja ayah dari Azalia. perusahaan yang bergerak di bidang penyedia obat-obatan,alat kesehatan,tiga rumah sakit besar di tiga kota berbeda,di tambah lagi dengan pendiri universitas besar.yang di gadang-gadang isi nya adalah orang-orang terbaik dan kaya, bahkan fakultas kesehatan nya saja sangat terkenal karena beberapa kali mahasiswa berprestasi akan mendapatkan kesempatan beasiswa penuh di china.banyak orang yang berbondong-bondong masuk ke sana,terutama universitas itu juga sering mencarikan lapangan kerja tentu dengan biaya yang seimbang.tidak cukup di sana, perusahaan itu juga mencabang mendirikan sebuah sekolah menengah atas,hanya orang-orang berkoneksi yang ada di sana contoh nya Azalia,dia bisa masuk karena ayah nya bekerja di sini,giondra Eleveno masuk karena jelas dia adalah orang kaya.hanya Dita yang memiliki latar belakang berbeda,kakak nya adalah seorang guru karena itu dia berhasil masuk ke sekolah. “gimana?enak gak?.”tanya gio. “ehmmm,enak banget masyaallah.kok mendadak gue seneng banget ya?besok kalau semua tender udah selesai terus yang nya ada.entar gue yang traktir deh!.apalagi kalau pesanan online semua udah beres!.” jawab Azalia penuh semangat.toko bunga nya memang berkembang dengan sangat pesat,bukan hanya pesanan online yang datang tetapi juga pesanan offline.mulai dari dalam pulau sampai luar pulau,jika di tanya uang.azalia tentu ada uang tapi semua nya untuk tabungan. “gue tunggu ya!.gak sabar deh dapet gaji dari elu Azalia,bangga deh kalau anak seusia lu yang kaya nya minta ampun kerja keras kayak gini.”puji gio. “kalau uang ku banyak nggak mungkin aku mau kerja,sekolah aja yang fokus sayang nya hidup butuh makan.” “ya udah kawin sama gue aja yuk! selesaikan!.gue yang kasih makan sama biaya.”tawar gio. “aku yakin Azalia gak bakalan mau!.”ledek Dita menahan rasa kesal. “sudah cukup!makan yuk!udah mau Maghrib,aku harus pulang cepat sekarang!.”ujar Azalia,menatap tajam ke arah gio dan juga Dita. mendengar perkataan dari Azalia,gio dan Dita langsung saling melemparkan tatapan tajam masing-masing.tidak lupa,bibir yang mengerucut sangat panjang ke depan.ya begitulah kedua sahabat baik Azalia,mereka lebih sering tidak akur di bandingkan akur nya.tapi tetap saja persahabatan yang di bangun mereka bertiga sangat murni,tanpa ada campur tangan harta sedikit pun.sebagai laki-laki satu-satu nya,gio selalu menjadi garda terdepan untuk melindungi kedua sahabat perempuan nya yang lemah lembut. “allhamdulillah,aku pulang dulu ya!gio makasih banget buat bakso nya." “santai saja Lia." “dit!ayo kamu mau bareng sama aku nggak?.”tanya Azalia pada sang sahabat yang sedang asyik menyesap segelas penuh cendol. “gak! aku pulang nya sama gio aja!.oh ya,ini bawa gih,gio yang beliin kamu bilang kan pembantu di rumah suka sama cendol.”ujar Dita mengulurkan sebuah kantung berisi tiga bungkus cendol. “kalian yang terbaik assalamualaikum!."salam Azalia sebelum beranjak pergi dari sana, meninggalkan gio dan juga Dita. ****** motor Scoopy yang berwarna merah dan juga Hitam melaju dengan kecepatan sedang masuk ke dalam kompleks rumah yang sangat mewah.di sana hanya para orang-orang konglomerat yang mampu tinggal,jejeran rumah mewah berhasil di lewati oleh Azalia,baru akan memasuki halaman rumah nya.tubuh Azalia langsung hampir goyah begitu melihat ada banyak orang di depan rumah nya.di tambah lagi bendera kuning yang berkibar sangat indah,tubuh Azalia benar-benar tidak dapat lagi di topang.tubuh nya langsung luruh begitu juga dengan motor yang ikut menimpa tubuh mungil Azalia. “non!.”teriak bibi Sumi histeris. “allahuakbar!bibi ada apa ini?.” “non sabar ya non,tuan besar udah gak ada.beliau kecelakaan waktu pulang ke rumah.” “siapa yang nabrak papa bi?!.”azalia mulai histeris, tanpa sadar menarik perhatian seorang pria dengan mata hitam legam yang menakutkan. “tuan besar kecelakaan tunggal non,mobil nya nabrak apar beton pembatas jalan.” “gimana bisa hiks hiks papa!.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD