Bab 36

1416 Words

Jantungku terasa mau meledak, dari ubun-ubun hingga telapak kaki seketika memanas saat merasakan hembusan halus nafasnya di tengkukku. Aku menggeliat berusaha terlepas dari kungkungannya, bukan enggan tapi karena malu. "Mas enggak akan lepasin sebelum kamu bilang kenapa?" Bisiknya disertai kecupan ringan di daun telingaku, membuat bulu kuduk meremang seketika. Oh Tuhan, aku bisa terkena serangan jantung jika terus begini. Aku tetap bisa merasakan helaan nafasnya yang teratur, ini sungguh membuatku tidak nyaman ditambah rasa aneh yang mulai berdesir di sanubari. Cepat kuraih ponsel di atas nakas, membuka chat dengan Wulan dan memberikannya pada Mas Fahri yang nyaris terlelap. "Apa ini?" Tanyanya sambil membulatkan kedua matanya. "Apa gimana? Kamu kaget 'kan sekarang? Malu keta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD