Sudah beberapa hari ini aku tidak menghubungi Rayisa, membiarkan dia fokus menyelesailan semua urusan sekolahnya, serasa ada yang hilang ketika tidak mendengar tawa cerianya walau hanya lewat panggilan telpon. "Bang. Tanyain dong sama adiknya Mas Wahyu dia jadi mau kerja sama aku nggak?" Perkataan Marisa sore tadi membuatku semakin bertekad menghubunginya. Tidak seperti biasanya, cepat sekali panggilanku dijawab, alasannyapun membuatku senang. "Bang. ada tamu tuh!" Bisik Marisa karena melihatku sedang berbicara di telepon sambil mencondongkan tubuhnya kedalam pintu kamar yang sedikit terbuka. "Siapa?" Gerak bibirku tanpa suara, tetapi bisa dibaca olehnya. "Natasya." Huh ... mau ngapain sih malem-malem kesini ganggu aja! "Rayisa. udah dulu ya ... Assalammualaikum." "Wa

