Semilir angin menerpa wajah Arnol, ia duduk disebuah kursi ditaman dekat Rumah Sakit itu dengan wajah yang sangat kacau. Ia duduk dengan perasaan racau. Apa yang terjadi???? Batinnya berkecamuk, ia berdiri dan matanya membulat saat melihat perempuan yang ia cintai duduk dikursi roda dengan perban dikepala. Dinda yang memegang kursi roda Clara dibelakang, Steven, Demian, Rizky dan Andre melihat Arnol puas. "Apa ini?," tanya Arnol yang masih lekat menatap Clara yang sedikit pucat itu. Mereka terkekeh kecuali Clara, ia tak punya tenaga untuk menertawai Arnol yang bodoh itu. "Apa yang kalian lakukan? Clara terlihat letih," ujar Arnol tanpa memerdulikan mereka yang tertawa, ia hanya menatap Clara sendu. Dinda mendorong kursi roda yan

