Author POV
Clara berlari seperti anak kecil dan berhenti didepan kedua orang tuanya dengan nafas terengah engah. Senyumannya sangat lebar dan menampilkan sederet giginya.
"Gue kangen", batin Clara
Tanpa disuruh atau apapun ia memeluk kedua orang tuanya yang juga senang melihat Clara yang sudah tumbuh dewasa.
"I miss you mom and dad!"
"Miss you too!"
Ucap kedua orang tuanya berbarengan dan melepas pelukkan putrinya itu. Clara dengan senang duduk di tangan sofa yang diduduki kedua orang tuanya.
"Aku senang kalian datang kesini !"
Ucap Clara yang masih terlihat bahagia dan air mata nya mengalir dan Andre mengusap air matanya.
"Lo jadi cengeng banget eh!"
Andre berdiri disamping adikknya itu dan merangkulnya dengan kasih sayang.
Clara langsung mendekapkan wajahnya kedada bidang Andre dan menangis dalam pelukkan kakaknya itu.
"Lihatlah mom, dad. Claranya jadi cengeng!"
Terlihat kedua orang tua mereka sedikit tersenyum dan mengelus rambut Clara.
"Mama ingin bicara padamu Cla. Ini penting."
Clara melepaskan pelukkannya dan mendorong kakaknya hingga jauh sambil mendengus dan dihadiahi tatapan kesal Andre.
"Iya iya ayuk ke kamar Cla aja!"
Ucap Clara sambil menghapus sisa air matanya dan berjalan kekamar diikuti mamanya. Clara memegang tangan mamanya dengan senyuman.
Sedangkan diruang tamu, Andre dan Steven berbicara serius dengan ayahnya itu.
"Kita harus cepat!"
"Ini bahaya sekali."
"Kita harus cepat menyusun strategi."
"Kenapa harus Cla?"
"Karna dia cocok menggantikan posisi dad!"
"Baguslah, kita akan membantunya!"
"Clara sudah cukup berpengalaman."
Dan seterusnya mereka berbincang bincang dengan serius. •••••
Clara POV
3 bulan kemudian....
Udah 3 bulan gue di london, kenapa bisa (?) Padahal udah bersikeras gue gak mau dan akhirnya gue malah disini udah 3 bulan pula. Ini karna misi, gue beneran berubah yah jadi nerd. Rambut dikepang 2, kacamata bulat, seluruh badan yaah pake warna agak gelap biar gitulah. Gue menikmati nya sangaaat karna gak ada ngenalin gue, yaiyalah gue bukan sekolah di sekolahan gue dulu dilondon. Yaiya juga gak kenal karna penampilan gue yahh pantas dikasih award hehe.
"LOLI!!!!"
Loli(?) Yah itu my new name, aneh aneh aja. Sampe semua data juga Loli.
"Y -ya??"
Jawab gue sedikit gugup dan tersenyum canggung, sengaja guys kek gak tau aja.
"What are you doing here?"
"Just reading a book!" Tampak gadis didepan itu mangguk mangguk gak jelas.
"Ouhh... follow me now Li, i want find up my mom !!!"
Yeah ini yang gue tunggu, kenapa(?) Karna mama gadis yang didepan gue ini adalah incaran gue yaps.
"Y -yeah okay. Lets go!"
Yah sekarang gue udah dimobil berdua sama gadis ini dan meluncur menuju. Keknya markas mama nya dkk.
Klek..
"Wait, in here? Just a few minute not more!!"
Gue cuma ngangguk kek orang i***t aja dan tersenyum menampakan gigi(?) Yaah gitulah diubah juga. Okay, buat apa gue nunggu (?) Ya gak. Gue keluar mobil dan ngendap ngendap kedalam markas itu, dan gue liat rame banget yaiyalah ini tuh markas mafia.
Yaah gue cuma lemparin bom dan lari dengan kekuatan penuh.
Klikk...
Syung..
Tukk...
LARIIIIIIII!!!!, Yah gue lari sekencang mungkin, mungkin kalian nganggep gue gila(?) Gak apa apa daripada gue susah payah bunuh pake tangan yakali.
Gue udah cukup jauh
Duarrr!!!
Meledak dan hancur berantakan, darah(?) Banyak sangaaat banyak.
"Mission finish."
Gue berjalan menjauh dari tempat kejadian, banyak orang orang yang berkeliaran. Kek main film dums gue, gue berjalan dan background gue itu banyak orang berlari dan asap dimana mana. Hancur!!
Sekarang gue udah di mobil yang jemput gue tadi, sekarang(?) Gue akan lepas dari penyamaran, yah enggaklah tunggu nyampe rumah kak Demian.
Gue selama tiga bulan udah banyak ngebunuh, banyak sampe gak keitung jari. Dan yang paling susah itu, yah bunuh yang gue pake bom. Ck kan udah selesai gue mau pulang ke indo.
Arnol(?) Gue kangen, kangen bermain. Tenang aja, gue sering video call an, bbm an, telfon an. Sering malahan, malah tambah akrab. Tapikan, gak seseru bermain di lapangan.
"Mission completed!!"
Ucap gue didepan kak Demian, mom and dad. Mereka tersenyum puas, sekarang gue udah dirumah dan mau membersihkan semua tubuh gue yakali gue kek belacan.
30 menit kemudian....
"Woa!! Seger!!"
Gue cepet cepet make baju dan bersiap siap pulang keindo yakali gue disini terus. Sekolah(?) Gue izin ada urusan keluarga yakali gue bilang gue mau ngebunuh orang, gila.
Ping!!!
Gue mengambil handphone yang ada di atas koper gue sedari tadi.
From: Arnol T.L.
Haii... lo belum pulang? Kangen gue nya
To: Arnol T.L.
Yakali gue hari ini pulang, besok pagi gue nyampe.
Send..
Setelah gue berpamitan, gue buru buru kebandara. •••••
"KAK ANDRE!!!!"
Yah gue udah di indo dan udah dari pagi tadi, sekarang gue kesel banget sama kak Andre kenapa(?) Yah dianya ngabisi cemilan yang ada dikulkas dan itu punya gue bawa dari london.
"Kenapa Cla?"
Kak Steven datang dan menghampiri gue sambil membawa kak Andre, dianya dijewer hahay.
"Ih dia tuh ngabisin cemilan gue!!"
Gue mendengus kesal dan yah gue pasrah mau pergi ke mall mau beli cemilan satu mall semua biarin.
Kak Steven terkekeh dan melepaskan Andre.
"Gue ikut yah? Gue mau beli cemilan juga yah?"
Kak Andre seenak jidat meluk gue dari samping yang memberhentikan langkah kaki gue dan muka nya tu loh ya geli guenya.
"Iihh kak!! Lepasin!!"
Gue memberontak dan dia tetep kekeuh melukkin adikknya yang cantik ini.
"Iya?"
"Iya iya!!"
Ucap gue kesel dan pelukkan nya dilepas terdengar kak Steven cuma terkekeh geli.
Gue sama kak Andre pun ingin ke mall dan saat buka pintu, ada Arnol dengan gaya mau mencet bel dan mengurungkan niatnya sambil tersenyum ke gue.
"Hai adik ipar!!!"
What? Semenjak kapan kak Andre kek gitu sama Arnol(?) Adik ipar(?) Ogah gue.
"Eh?"
Tampak wajah arnol absurd banget karna dipeluk sama kak Andre, yakali kak andre gay(?). Hush.
"Iih kak!! Lo gay yah?"
Gue narik Arnol kesamping gue dan liat kak Andre horror. Seketika itu juga muka kak Andre berubah dingin, haha.
" ..... "
Hening....
Gue cuma nyengir canggung dan ingin mencairkan suasana.
"Ekhm??.. oh yah gue sama kak Andre mau beli cemilan..... lo mau ikut gak Arnol??"
Yapss
"Udah ah males gue, bete banget dibilang gay!!"
Kak Andre ngambek
"Kak jangan gitu dong, gue kan bercanda kali malah lo masukkin ke hati mm??"
Gue genggam tangan kak Andre dan memasang pupy eyes
"Yukk!"
Kak Andre cuma nyengir dan terkekeh kecil.
"Yakali gue masukkin ke hati gak mungkin lah hehe."
"Ekhm!!"
Gue dan kak Andre noleh ke arah Arnol dan nyengir bareng bareng.
"Bue manusia yang bisa terlihatkan?"
Hahaha lucu
"Udah ah yuk ke mall beli cemilan!"
Arnol cuma tersenyum dan menyodorkan dua kantong besar.
"Nih gue udah beliin!"
Yakali mata gue berubah jadi.... lebar
"Wiih kebetulan benget nih!!"
"Gue sekantong biar adil!!"
Yah Arnol ngeliat gue dan kak andre dengan horror. Hehe
Semaleman ini gue, kak Andre, kak Steven dan Arnol yahh seru seruan dan gue masih penasaran apa rencana Arnol(?) Apa sama kayak yang gue frontal ke dia.