Perubahan

999 Words
Suasana kampus yang sangat cerah, hati yang sangat gundah, entah apa yang membuat Brian tidak menentu, dia berencana untuk berenang agar dia bisa menenangkan hati yang tidak menentu. "Brian!" Langkah kaki Brian terhenti, dia menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya. "Apa!" Ria yang berteriak memanggil kekasihnya dan dia berkata "Kamu mau kemana?" "Mau ketempat sesuatu, jangan mengikutiku!" Ucap tegas Brian kepada Ria yang dari tadi ingin berduaan dengannya. Ria hanya terdiam melihat Brian meninggalkannya sendirian saja. Selalu saja dia begitu, tidak pernah sedikit pun bersikap manis kepada kekasihnya. Kenapa Brian sangat berbeda saat bertemu dengan Kayla dia bisa menjadikan dirinya yang ramah, sedangkan saat bersamaku dia tidak pernah sekalipun memasangkan wajah baiknya. Jangan-jangan Brian menyukai Kayla! Tidak akan aku biarkan semuanya terjadi. Ria selalu merutukkan sikap Brian yang sangat dingin kepadanya. Ria berencana untuk menjebak Kayla, dia berpura-pura sedang berada di ruangan klinik kampus, dia langsung menghubungi Kayla menyuruhnya untuk mengambil tasnya yang berada di ruangan ganti baju tidak jauh dari perpustakaan, awalnya Kayla menolak tetapi dengan mulut manis Ria, dia mengiyakannya agar sahabatnya tertolong juga. Kayla padahal tidak tahu kalau ruangan yang dia tuju itu khusus untuk kamar ganti laki-laki. Kayla langsung pergi menuju ruang ganti baju, dia mencari keberadaan tas milik Ria. Dimana dia menaruh tas yang dia katakan itu? Aku sudah berkeliling di banyak tempat tetapi tidak ada. Sampailah dia di bagaian kolam berenang, Kayla melihat Brian yang sedang berenang tidak memakai pakaian sehelaipun, Kayla membulatkan matanya, terkejut apa yang telah di lihatnya, jantung yang terus berdetak kencang tidak tahu dia harus bagaiman, saat Brian menoleh kearah sekitar dengan cepat Kayla langsung bersembunyi di balik pintu agar Brian tidak melihatnya, "Huft... untung saja dia tidak melihat aku, bagaimana aku bisa keluar dari ruangan ini, tidak mungkin aku bersembunyi di balik pintu ini sampai dia selesai." Rutuk Kayla sambil menenangkan diri nya agar tidak bersuara. Di ruangan kelasa Ria merasa puas sudah mengerjai Kayla agar dia malu selam-lamanya, rasain kau Kayla, siapa suruh kau bisa memasangkan wajah manja kepada Brian. Kayla... Kayla... kau mudah saja di pengaruhi hahaha..., Ria menelepon salah satu senior yang dia kenal untuk memberitahu kalau Kayla telah berani memasuki ruangan khusus untuk laki-laki. Salah satu senior yang sangat garang datang dan melabrak Kayla yang sedang duduk di kursi sambil berkata "Kau kenapa berada di sini? Kau ingin mengintip para laki-laki untuk berenang dan mengganti baju, waah... memang kau pantas di permalukan kalau begini." "Tidak! Aku hanya ingin mengambil barang temanku di sini, dia meninggalkan tas miliknya. Bukan bermaksud untuk mencari masalah. Ini hanya salah paham tidak seperti ini jadinya." Brian yang mendengarkan keributan di ruangan ganti, lalu di bergegas untuk keluar dari kolam berenang dan memasangkan handuk di bagian pinggangnya untuk menutupi bagian sensitifnya. Brian melihat Kayla yang sudah di perlakukan tidak enak oleh senior satu tingkat dari mereka, "Apa ini?" Teriak Brian. "Ternyata ada orang di sini, pantesan wanita itu berada di sini, apa kalian sudah melakukan hal yang tidak wajar di ruangan ini. Tidak aku sangka kau bisa mengkhianati Ria yang sudah setia denganmu, kasihan sekali Ria mendapatkan dirimu yang haya bermain belakang." Ucap Senior tersebut. Brian memandangi wajah Kayla yang sudah di basahi air mata, lalu Kayla berkata "Brian! Aku tiak melakukan apa-apa, aku kemari hanya mencari tas punya ria. Dia kehilangan makanya aku membantu dia. Brian aku tidak tahu kalau tidak ada orag selain aku dan juga aku tidak tahu ini ruangan khusus laki-laki. Brian percayalah kepadaku." Brian tidak menghiraukan ucap dari Kayla, dia hanya pergi ke loker pakaiannya untuk memasangkan baju dan langsung meninggalkan Kayla dan yang lainnya. "Tidak ada yang mau percaya kepada kau! Ini harus kita beritahu kepada semua orang agar tidak ada korban lagi, memang wanita gila! Ayo... semuanya kita pergi jangan di hiraukan wanita ini, yang penting kita ada bukti kalau dia di sini hanya ingin mengintip para laki-laki." Ucap senior dengan nada tinggi kepadanya. Kayla yang telah keluar dari ruangan itu sudah di sambut oleh banyak orang di kampus, dengan ucapan kasar. Salah satu wanita yang berpas-pasan dengan Kayla dan dia berkata "Wajah m***m! Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu hahaha..." Kayla terdiam tidak bisa berkata , di setiap langkah kakinya selalu mendengarkan bisik kan yang tidak pantas untuk di dengarkan apa yang di pikirkan itu hanya membuat dia sakit saja. Brian sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ria, dia mau menyakan apa yang telah terjadi pada Kayla sampai dia berada di ruangan ganti pakaian, Brian mencari sampai lah di di ruang kelas Ria dan berkata, sedang apa kau sendiri di sini?" "Hai... sayang, dari tadi aku menunggumu?" "Jangan berpura-pura tidak tahu, kenapa bisa Kayla sudah berada di dalam ruangan ganti sendiri, dia mengatakan mencari tas milik kau! Ini apa buktinya, tas yang dia cari sekarang ada denganmu." Ria tidak menyangka kalau semua rencana yang di buatnya menjadikan Brian dan Kayla berduan di dalam ruangan tersebut. Lalu dia berkata dengan nada yang lemah lembut, membuat Brian agar yakin kepadanya, "Sayang aku tidak pernah menyuruh Kayla untuk sengaja masuk ke dalam ruangan itu, dia yang mau sendiri, aku tidak pernah tahu tujuannya itu, percayalah kepadaku Brian. Sekarang aku adalah kekasihmu tidak mungkin aku memperlakukan semuanya." Dengan lemah lembutnya dan ucapan yang meyakinkan Brian, dia akhirnya percaya semua ucapan Ria. "Hm... sudahlah, aku malas membahas ini lagi, hanya saja aku kasihan kepada dia, seharusnya aku tidak meninggalkan dia di perlakukan orang banyak." "Kenapa kau kasihan kepadanya? Dia sudah mencari kesempatan untuk berduaan denganmu, buktinya saja dia bisa memfitnah aku kalau semua ini rencana yang aku buat. Aku tidak menyangka kalau semua yang dia katakan itu untuk membuat kau membenciku." Jelas Ria sambil memasangkan wajah ibanya dan dia berkata dengan tenang hati. "Siapapun orangnya aku yakin kalau ini semua bukan mau Kayla, buktinya saja dia seperti orang kebingungan, tapi sudahlah aku tidak ingin membahas ini lagi. Yang jelas kau harus meluruskan semuanya biar tidak ada fitnah yang lain lagi kepadanya. Aku tidak tahu akan bisa terjadi seperti ini. Jauh di pikiranku untuk mencelakakan orang lain." Ucap Brian yang tidak mau ada masalah baru yang datang.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD