Bagaikan cinderela

717 Words
Semua tertuju kepada seorang lelaki yang begitu kharismatik….iya. Selamat siang pak! Bukan kah bapak yang tadi kesini ?ucap bu dini dengan lembut”bapa mau ketemu sama siapa?tanya bu dini”..saya sudah bilangkan lalu ini bukan rumah non prista… Saya hanya mengantarkan nyonya Susan untuk bertemu dengan nyonya dini,apakah nyonya dini nya ada,tanya pengawal tersebut!! Dan datang lah seorang ibu muda yang begitu cantik dengan tampak elegan sambil berdampingan dengan seorang pri yang begitu tampannya…. “Oh..saya dini..ada yang bisa saya bantu “ucapnya sambil melihat wanita yang sedang berjalan menghampirinya…. “Perkenalkan..nama saya Susan,dan ini anak saya ,azriel…dan tujuan saya datang kesini untuk melamar prista ,untuk di jadikan menantu saya,ucap Susan yang begitu halus tetapi tajam untuk di dengar…. Bagaikan tersambar petir mendengar kalo prista ingin di lamar oleh seorang pemuda yang begitu tampan dan kaya raya,tapi bukan dini kalo dia tidak punya akal yang licik dan licin…. “Ohhh…silahkan duduk dulu ucap bu dini..biar bicaranya enak ,dan dini pun menyuruh seorang tetangga untuk mengambil kan makanan dan minuman untuk bu Susan…sambil dia berpikir cepat memikirkan rencana liciknya… “Aduh bu Susan maaf ..hari ini prista mau menikah dengan pak syamsul,saya tidak bisa menghalangi prista untuk menikah,karena prista sangat mencintai pa syamsul..jadi saya tidak bisa melarang nya bu …dengan drama yang begitu baik dini menjalankan rencana nya…saya sudah pernah melarang nya,bahkan adiknya Susi pun sudah berusaha menasihati ya agar tidak menikah dengan pa syamsul,karena pa syamsul sudah punya istri bu..tapi prista dengan keukeuh nya ingin menikah dengan beliau..”tapi bu Susan dengan santainya mendengarkan celotehan bu dini,yang seakan akan bu Susan percaya kepada bu dini…” Ya sudah…saya boleh bertemu dengan prista bu dini?tanya bu Susan Aduh bu maaf..prista nya lagi di rias bu..jadi gak bisa di nganggu..soalnya sebentar lagi pa syamsul nya mau datang dan akan melaksanakan izab qabulnya bu,jadi sekali lagi maaf bu Susan…!”baiklah..saya akan menunggunya di sini..ucap bu Susan…”dan bu dini pun lega..karena sebagian rencananya sudah berhasil….dan bu dini pun memanggil anaknya Susi untuk berkenalan dengan bu Susan dan anaknya….”ini bu anak saya,namanya Susi..dan Susi pun mengangguk sambil menyalami bu susan….tapi azriel yang dari tadi nampak bingung,kesal dan marah…tak mau menyalami Susi…dan Susi pun hanya menegur tanpa di jawab oleh azriel…. Suasana makin tak kondusif karena pa syamsul tak kunjung datang…dini sudah menelponnya berkali-kali tapi tak di angkat oleh pak syamsul…pa penghulu,para tetangga sudah kesel karena acara belum juga di mulai,panik nya seorang bu dini yang bingung harus bagai mana…tapi bukan bu dini kalau dia tidak bersandiwara…dan bu susan pun bertanya…”bagai mana bu dini..kalau anak saya hari ini di nikahkan saja sama prista,karena pak syamsul nya juga tidak ada kabar dan tidak datang,kasian pa penghulu dan para tetangga yang sudah datang dari tadi”ucap bu Susan dengan santainya…kan sayang sudah mengadakan pesta …. Sejak pertemuan bu Susan dengan prista kemarin pagi,hati bu Susan sangat terenyuh…dari sepulangnya prista dari pasar,bu Susan terus mengikutinya,bahkan bu Susan mencari lelaki yang akan menikahi prista…dan ternyata lelaki tersebut adalah pegawai nya sendiri,yang sudah mempunyai 3 istri,bahkan dia akan mempunyai seorang cucu dari anak istri pertamanya..dan setelah itu bu Susan pun semakin curiga,kenapa pa syamsul mau menikahi gadis lugu itu ….tak perlu lama untuk mencari info info yang bu Susan inginkan..karena para ajudan nya selalu bergerak dengan cepat tanpa ada perintah…dan akhirnya permasalahan nya dari utang piutang….bu susan bergerak cepat untuk menghubungi pa syamsul dan membuat kesepakatan bahwa pa syamsul harus membatalkan pernikahan nya dengan prista…dari awal pa syamsul tidak mau membatalkannya karena sudah ada kesepakatan antara bu dini dengannya…dan jelasnya pa syamsul juga menyukai prista yang polos dan cantik itu…tak cukup lama bu susan untuk bernegosiasi ,walau bangai manapun masalah utang piutang adalah hak nya pa syamsul tak bisa di paksakan.. “Ya sudah semua hutang bu dini aku bayar plus dengan bunganya “tawaran yang terakhir bu susan berikan kepada pak syamsul…pa syamsul pun menyambutnya dengan senang,karena hutang bu dini itu besar sekali,belum lagi di tambah bunganya…pa Syamsul tersenyum dengan penuh kemenangan….dan mengatakan dengan “baiklah bu,jikalau ibu memaksa,saya akan mengalah”ucap pa k syamsul… Setelah membereskan permasalahan itu bu susan langsung menegaskan kepada pak syamsul,bahwa dirinya jangan memberi kabar apapun kepada bu dini ,dan pak syamsul pun mengiyakan nya… “Jadi bagai mana bu dini ,apakah mau menunggu pa syamsul dulu tegas bu Susan…
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD