Kabut tebal menyelimuti perbukitan hijau. Langit mendung gelap menggulung. Semilir angin dingin bertiup menggoyangkan daun-daun pinus. Tepat pukul tiga sore, Gilang dan Dian tiba di sebuah villa megah daerah Barat Bandung. Mereka disambut pelayan villa yang sudah menyiapkan segala kebutuhan selama menginap. Tenang, sejuk dan hening. Mereka ingin suasana baru untuk menghabiskan sisa waktu bersama. Mereka duduk-duduk di balkon lantai dua sambil menikmati teh. Di depan mereka hamparan luas pegunungan perlahan tertutup awan hitam. "Maaf ya, aku nggak bisa ajak kamu jauh-jauh !" "Nggak apa-apa. Makasih ya, udah luangin waktu buat aku." Dian tersenyum manis. Gilang balas tersenyum. Mata berkaca-kaca itu menandakan cinta yang mendalam. Dia meraih tangan

