03 Gagal ikut

1193 Words
Pulang sekolah... "Eh itu ada apa rame-rame disana?" tanya Lea saat melihat segerombolan siswa yang menggunakan jaket hitam, dan suara motor yang saling bersahutan. "Biasalah, palingan geng LK mau tawuran lagi," jawab Alin. Lea, Alin dan Suci kini sedang berada di pinggir jalan sambil menunggu jemputan masing-masing. "Wih Tawuran? Gue boleh ikut nggak?" tanya Lea antusias. "Lea, jangan ngadi-ngadi deh. Itu tawuran Le, bukan main lompat tali," balas Alin santai namun ia juga merasa was-was dengan sifat bar-bar sahabatnya ini. "Tapi apa salahnya nyoba, lagian mubazir juga kalo ilmu bela diri gue nggak disumbangin," balas Lea semangat lalu gadis itu berlari meninggalkan kedua temannya. "LEA ANJ--JANGAN WOY!" teriak Alin yang mengganti umpatannya lalu mengejar Lea. Semua geng Lion King sudah siap dengan motornya masing-masing. Mereka sudah siap untuk balas dendam kepada geng Wolf. "Bos berangkat nih?" tanya Devan yang berada di barisan tepat disamping Kevin sang ketua geng. Kevin sedang mengenakan sarung tangannya, lalu menganggukan kepalanya. "Gue udah nggak sabar buat liatin kekuatan geng kita," gumam Kevin sambil tersenyum devil. Disaat ingin menancapkan gasnya, tiba-tiba ada seorang gadis yang menghalangi jalan mereka dengan tangan yang dibentangkan ke samping. "STOP!" teriaknya sambil menatap kearah segerombolan motor didepannya. "Gue boleh ikut nggak?" tanyanya. Semua langsung menatap kearah gadis yang berada didepan mereka dengan tatapan tercengang. Seorang gadis yang dengan santainya menghalangi jalan geng LK? Mau cari mati apa udah bosen hidup? "Eh neng Lea awas ya, ini bukan main boneka-bonekaan sayang. Ini tuh mau tawuran," ucap Reza. "Gue juga tahu kalo kalian mau tawuran. Justru itu gue mau ikut," balas Lea. "Aduh gimana ya yang mau jelasinnya, tapi nanti mukanya kamu yang cantik, imut serta ngegemesin itu malah ilang karena babak belur. Udah ya kamu pulang aja, bobok manis dirumah," usir Reza secara halus. "Gue mau ikut! Lagian gue juga bisa bela diri," kekeh Lea. "Tap--" "Udah lah nggak usah diladenin, cewek kek dia cuman berani di mulut doang," potong Aldo. Cowok yang terkenal dingin itu tiba-tiba mengeluarkan serpihan-serpihan kata-kata dari mulutnya. "Udah kita berangkat aja," sambung Fino. Bruuum Kevin menarik gasnya didepan Lea, bermaksud membuat gadis itu takut dan memilih pergi kepinggir. Namun dugaannya salah, gadis itu tetap berada ditengah jalan dengan mata yang menatap tajam kearah sang ketua Lion King. Setelah beberapa detik bertatapan dengan Lea, sang ketua pun kembali bersuara, "Kita tunda dulu." lalu pria itu memutar kembali motornya menuju Markas. "Kenapa bos?" tanya-tanya para anggota LK lainnya yang bingung terhadap sikap Kevin. Namun tak ada balasan dari ketua geng tersebut. Membuat seluruh anggota LK harus kembali kemarkas nya termasuk anggota inti. "OMG LEA!" teriak Alin heboh sambil menghampiri Lea, saat geng LK sudah tidak ada disana. "Lo hebat banget Le. Sumpah lo sahabat gue yang paling nggak punya otak!" sarkas Alin. "Eh Lin, lo kalo ngomong disaring dulu kek," kesal Lea. "Suara gue tuh udah kayak Air, ngalir terus jadi nggak bakal bisa disaring," balas Alin. "Serah lo deh Lin," pasrah Lea lalu ia memungut kembali tasnya yang sempat ia lempar, mood nya memburuk gara-gara tidak jadi ikut tawuran. "Eh tapi tadi lo berani banget, tapi gue nggak mau ikut-ikutan kalo lo berurusan sama si Kevin," ucap Alin yang tidak dipedulikan oleh Lea sama sekali. **** "Kev kenapa harus ditunda? Kita semua udah siap," tanya Devan. "Gue lagi nggak mood buat tawuran, nunggu gue gabut baru kita bisa lawan mereka," jawab Kevin santai. "Yaelah bisa aja lo Kev, tapi kenapa lo tunda? Jangan bilang karena Lea?" celetuk Reza adal. "Kalo ia emang kenapa?" balas Kevin ikut bertanya. Semua anggota terdiam setelah mendengar perkataan sang ketua. "Hahaha. Yakali gue takut sama gadis kayak dia, gue udah bilang gue cuman lagi nggak mood aja buat tawuran," balas Kevin yang membuat lainnya bernafas lega. Reza berjalan mendekati Devan. Lalu ia berbisik didekat telinga Devan, "Kayaknya Bos butuh ruqiahan deh, lo ada kenalan nggak?" "Anjir lo. Lo kira bos kesurupan," balas Devan dengan suara keras membuat seluruh anggota mendengarnya. Plak Reza memukul bahu Devan. Sambil menatap kearah Kevin dengan tatalan was-was, sedangkan orang yang ia tatap berbalik menatapnya dengan tajam, membuat Reza menelan ludahnya secara kasar. "Eh gini bos, aduh an--" "Emang temannya setan bisa kesurupan," celetuk Fino. Mulut Fino memang terkenal sangat pedas jika sudah berkata-kata, ia bahkan tak kenal tempat dan pada siapa orang yang sedang ia katain. "Wah kasar nih bos, hajar tuh si Devan!" seru Reza semangat agar mendapat dukungan dari Kevin. "Lah kenapa harus dihajar? si Fino bener," balas Kevin santai. Mulut Reza menganga lebar, lelaki itu tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Tutup mulut lo Rez, kemasukan kecoa baru tahu rasa lo," suruh Devan. "Nggak asik ah, si bos pilih kasih," Keluh Reza. Ting! Anggota yang tadinya riuh karena candaan dari Reza, mereka kembali terdiam saat mendengar suara ponsel Kevin yang berada diatas meja. Kevin langsung menggapai ponselnya dan melihat pesan tersebut. Braaaak Tiba-tiba Kevin menggebrak meja dengan keras. Membuat semua anggota LK terperanjat kaget. "s****n KAU GINO!" teriak Kevin Marah. Praaaang Kevin melempar ponsel kearah dinding, membuat ponsel tersebut retak dan terbagi menjadi dua. Semua mengumpati Kevin dalam hati, saat melihat Kevin yang dengan mudahnya merusak handphone keluaran terbaru. Dan mereka semua yakin jika harga handphone tersebut tidak lah murah. Mereka semua harus menabung 10 bulan jika ingin membeli handphone seperti itu. "Kenapa?" tanya Aldo bingung. Jika semua yang berada disana takut membuka suara, maka lain halnya dengan Aldo. Pria tersebut dengan santainya bertanya pada Kevin. "Mereka ngerendahin geng kita," jawab Kevin yang dimengerti seluruh anggota. Pasti geng Wolf sedang mentertawi mereka, karena tidak datang untuk tawuran. Kevin langsung melangkah keluar dari Markas, setelah itu terdengar suara motor yang dinyalakan. Sepertinya Kevin akan pergi dan mereka semua pun juga tidak tahu kemana Kevin akan pergi. "Anak sultan mah beda," gumam Reza sambil menatap sayang kepada ponsel Kevin yang sudah retak, "Kevin yang lempar, kenapa gue yang nggak terima," lanjutnya miris. **** Tok tok Kevin mengetuk pintu apartemen seseorang. Berulang kali ia mengetuk serta memanggil nama pemilik apart tersebut. Namun tetap saja tidak ada sahutan dari dalam. "Anj*ng! Gue diluar buka pintunya," teriak Kevin marah sambil menendang pintu apartemen tersebut dengan kesal. Ckelek Tiba-tiba pintu terbuka lebar dan menampakkan seorang gadis yang berjalan sambil sempoyan menuju kearah Kevin. Dengan mata merahnga yang ia kucek serta rambut berantakannya yang memperjelas jika gadis itu baru saja bangun tidur. "Ada apa?" tanya gadis itu dengan suara khas orang bangun tidur. "Jangan dikucek matanya nanti sakit!" tegur Kevin kepada gadis tersebut dengan suara yang tiba-tiba berubah menjadi lembut. "Ngantuk, kalo nggak dikucek nanti malah bobok lagi," tutur gadis itu dengan suara lemas. Kevin yang tadinya datang dengan membawa amarah, sekarang menjadi gemas dengan sikap gadis didepannya ini. "Kamu habis marah ya?" selidik gadis itu sambil menatap wajah Kevin yang masih terlihat seperti orang yang habis menahan kesal. Kevin menganggukan kepalanya. "Kenapa?" tanya gadis itu. Kevin tidak menjawab pertanyaan gadis tersebut, Kevin malah beralih memeluk tubuh gadis didepannya dengan erat. Pilihannya sangat tepat untuk datang kemari, lihatlah amarahnya langsung menghilang saat ia melihat wajah gadisnya. "Mereka ngerendahin geng LK," gumam Kevin yang masih dapat didengar oleh gadis dipelukannya. "Mangkanya kalo aku mau ikut tuh izinin. Liatkan kamunya malah dihina. Udah tahu aku pintar bela diri," ujar gadis itu yang langsung mengerti dengan masalah Kevin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD