Jack memandang gelas di tangannya dengan tatapan kosong. Pikiran dan perasaannya bercampur aduk, antara penyesalan, simpati, dan rasa yang baru pertama kali ia kenal—ketertarikan yang mendalam terhadap seorang wanita. Pretty Jolie, nama itu berputar di kepalanya, menciptakan rasa yang asing namun kuat. Sean, yang berdiri di hadapannya, menatap bosnya dengan tatapan penuh perhatian. Ia sudah bekerja dengan Jack cukup lama untuk tahu bahwa pertanyaan yang akan ia lontarkan mungkin saja dianggap lancang. Namun, melihat perubahan sikap bosnya ini, ia merasa perlu bertanya. "Bos," Sean akhirnya memecah keheningan dengan suara pelan, sopan seperti biasa, "mencintainya?" Jack mengangkat wajahnya perlahan, menatap Sean dengan mata tajam yang kini menyimpan sesuatu yang lebih lembut. Ia meletakk

