"Tolong, jangan beritahu Mas Rangga, aku nggak tega menyakiti dia. Apalagi bundaku tahu ini." Aku memohon pada Sheilla. Hanya bundaku dan Mas Rangga yang paling aku takutkan, dari bocornya hubungan ini. Aku tak sanggup memikirkan bundaku murka. Aku tidak tega, menyakiti bundaku. "Kok bisa pacaran sama Gerry?" Aku hanya diam. Tidak ada alasan pasti, kenapa aku mau saja pacaran sama anak itu. Ia juga, bukannya romantis. Bahkan, hubungan pacaran kami berjalan spontan saja, tidak ada acara penembakan romantis pakai bunga atau candle light dinner seperti orang lain. Dia juga tidak pernah mengajakku kencan seperti pasangan normal lainnya, ia hanya memanfaatkan tubuhku. Memikirkan ini, membuatku merasa jadi wanita paling malang. Jika orang lain mungkin iri, karena pacaran sama cogan, tapi aku

