Kencan Buta

1543 Words

Hari yang dinantikan telah tiba. Walau aku marah pada Mak lampir, tapi Mak lampir selalu memaksaku, katanya ia tak enak hati, jika aku membatalkan hal itu. Demi menjaga martabat dan nama baik negara, aku mengalah. Aku tahu, orang bule sangat menghargai waktu dan janji. Aku tak ingin imageku buruk di mata orang bule, jadi aku memilih mengalah dan meladeni semua ini. Aku ingat saat itu, aku hampir menangis dan menelpon Aldo, untung si kunyuk itu datang. Dia marah-marah padaku, aku juga malas untuk membeberkan apa yang terjadi. Aldo marah-marah, mengira Gerald yang menelantarkanku di tengah jalan. "Makannya jangan pacaran sama bocah. Kalau ngambek, ngancamnya turunin tengah jalan, udah kayak bocah alay." Aldo mengomel dan aku hanya mencubit belakangnya. "Jangan bilang bunda ya." "Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD