Bakda subuh, ada kegiatan lain di apartemen tempat Fazha dan Ilham tinggal. Fazhura tidak langsung turun ke dapur dan menyiapkan sarapan, tapi Ilham mengajaknya untuk berkemas. Semalam, menjadi malam paling memilukan bagi Fazha. Dia merasakan sendiri, meskipun terlihat tegar, tapi ada luka yang menoreh di hati Ilham. Wajah lelaki itu mungkin menerbitkan senyum, tapi Fazha bisa merasakan tangis hati dan kecemasannya. Semalam Fazha tidak beranjak sedikitpun dari sisi Ilham. Segala kata dan motivasi telah Fazha luncurkan dari bibirnya untuk menguatkan Ilham. Semalam juga mereka telah sepakat kalau Ilham akan menjual apartemen ini untuk membayar ganti rugi perusahaan. Tidak hanya itu, sisa tabungan Ilham harus rela terkuras habis untuk menutupi jumlah ganti rugi yang tidak sedikit. F

