Bab. 23

2254 Words

Masih dengan debar aneh yang merayapi setiap sendi, Fazha bergetar mendengar ungkapan hati Ilham. Masih juga dalam gemingnya, dan belum menjawab dengan kata-kata. Jadi, semua hanya rencana Ilham dan yang lain. Menyetting, seolah kalau yang akan dikhitbah Ilham adalah Aliya. Sandiwara yang baik, sampai-sampai Fazha tidak menyadari tentang semua ini. Entah kerena terlalu fokus pada rasa sakit hati saat mendengar Ilham akan mengkhitbah perempuan lain, atau memang Fazha benar-benar tidak menyadari. Rasanya sempat frustasi saat tahu kenyataan yang mengharuskan dia dan Ilham akan terpisah oleh jarak. Tidak rela dan sempat merasa sakit hati. Padahal tahunya ini hanya akal-akalan Ammi-nya saja. Sempat meragu dan tidak siap saat ajakan itu terlontar dari bibir Ilham untuk pertama kalinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD