32

1119 Words

Dua minggu kepergian suamiku, sisa uang dan makanan sudah menipis, dapur mulai kekurangan stok, tagihan listrik dan air berbunyi, memaksa diri ini untuk segera membayar. Pikiran ini mulai terhimpit tentang tagihan uang sampah dan iuran wajib komplek ditambah dengan uang iuran guru mengaji anak anak di TPQ. Kubawa permasalahan ini ke ibu mertua namun aku terlalu malu. Malu karena tidak bisa mempertahankan suami dan keluarga. Lagi pula beliau sudah sering membantu kami jadi aku agak segan padanya. Jika kubawa permasalahan ini kepada Ibuku tentu sudah siang akan beliau utarakan adalah segera mengajukan gugatan perceraian dari lepas dari semua kemelut ini. Bukannya aku tidak bisa mengambil langkah cepat untuk segera bercerai ... Aku hanya butuh waktu untuk damai dengan kenyataan dan mengata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD