55

1096 Words

Aku yang tadinya sedang fokus bicara dengan Mas Fadli langsung berdiri dan menatap mas Kevin dengan geram. Beraninya dia datang ke rumah ini dan beraninya dia menyela percakapan kami. Lebih lagi, beraninya dia merusak suasana hatiku yang mulai membaik. "Siapa kau dan apa hakmu untuk berani datang kemari dan menyela percakapanku dan tamuku, berani sekali kau!" Aku mendesis sambil menatapnya dengan tajam. "Apa kau mau aku meviralkanmu? belum habis masa iddah tapi kalau sudah pacaran," ucapnya sambil tertawa, sepertinya, sejak berpisah denganku, lelaki itu berubah jadi penjahat dan tokoh antagonis yang amat mengerikan. "Kalau begitu jangan buang-buang waktu. Ayo nyalakan kamera dan rekam! Bukti dari mana kau sebut aku pacaran sementara aku dan Mas Fadli baru bertemu beberapa saat yang l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD