Di jam istirahat kudapati ia sudah tertidur di kamar. seharusnya aku bergabung di tempat tidur tapi rasanya tak sedih hati ini untuk seranjang lagi dengan lelaki itu lelaki tidak pernah perasaan yang sudah menghianati istri serta mengumbar aib rumah tangga pada wanita lain. Di puncak segala kesulitan dalam ujian rumah tangga dan seburuk-buruknya mulut seorang manusia dia tidak akan mengumbar aib rumah tangganya sendiri, apalagi tentang wanita yang sudah melahirkan putra dan putri untuknya. Dasar memalukan. Kok tarik bantal dan selimut yang ada di kakinya lalu beranjak keluar dari kamar utama. "Rumah kita tidak ada cadangan kamar lain selain kamar anak dan kamar ini, kau mau kemana?" "Setelah berhasil melubangi hatiku dengan perbuatan dan kata-kata yang menyakitkan lalu kau berharap aku

