"Kau puas 'kan menciptakan konflik antara aku dan ibuku! Lihatlah, dia mengeluarkan sumpah serapah dan segala ancaman yang seharusnya tidak perlu didengarkan oleh seorang anak!" Ujar mas Kevin dengan wajah penuh kebencian dan dendam padaku. Setelah Ibu mertua pergi dan suara mobilnya terdengar menghilang Mas Kevin malah mengatakan itu. Dengan seragam dan atribut yang masih melekat di tubuhnya, dia hendak melanjutkan pertengkarannya denganku. "Ayah! Masih Ayah buat bunda menangis?" tanya Sinta. "Anak kecil, pergilah ke kamar dan biarkan aku bicara dengan ibu kalian!" Tentu saja putra dan putriku ketakutan mendengar bentakan ayah mereka, sehingga keduanya langsung berlari ke kamar. "Apa yang kau harapkan dengan mengadu pada Ibuku lalu membuatku bertengkar dengannya. Apa kau pikir aku ak

