Dua minggu kemudian. Meski masih sayup-sayup kudengar tentang kabar pahit Mas Kevin dan keadaan istrinya yang memprihatinkan tapi hidupku dan anak-anak tetap berlanjut seperti biasanya. Kabarnya Wanita itu telah sadar dari koma dan setiap hari ia menjerit jerit kepanasan di dalam ruang perawatan, dia rewel kepada para perawat, mudah emosi dan menyalahkan Kevin atas kemalangan yang menimpa dirinya. Kabarnya dia menyusahkan banyak orang sehingga dipindahkan ke rumah sakit swasta di mana ia mendapatkan ruangan khusus untuk dirinya sendiri. Sebenarnya, meski ingin, aku tidak akan bisa menjenguknya, sebab, hubungan kami tidak baik, aku tak lagi memiliki dendamlah Hatiku sudah cenderung untuk mengampuni. Tapi aku tak akan menjenguk sebab kehadiranku akan dianggap sebagai bentuk ulak-olokka

