Tak lama dari sana pesannya sudah centang biru, Mas Kevin terlihat mengetik sementara aku sudah tidak sabar menunggu jawaban pembelaan dan kalimat pembenaran yang selalu terdengar klise di telingaku. Mengetik ... Dan terus mengetik, sampai akhirnya tidak ada balasan dari pria itu. Aku duduk di ruang tamu sambil menunggu waktu bergulir dari pukul 14.00 menjadi pukul 15.00 sore. Semakin berdetak jarum jam semakin panas dan terbakar rasanya perasaan, aku berada di puncak amarah dan kekesalanku. Pintu garasi terdengar terbuka lalu mobil itu masuk ke dalam halaman rumah, aku langsung berdiri dan sudah tidak sabar lagi untuk melayangkan segala caci maki dan kekesalanku. Dia tahu aku akan marah jadi mungkin dia sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menjawabku. "Assalamualaikum." "Walaikum

