"Hei kenapa nangis?" Setya mengelus bahu istrinya yang memunggunginya. Dari bahunya yang naik turun Setya tahu bahwa istrinya menangis. "Kau mendengar percakapanku dengan Rani pasti ya dik?" tanya Setya mencium bahu terbuka istrinya. "Aku nggak nguping mas, kebetulan aku mau ke luar, mau lihat kali aja ada yang masih belum aku bereskan eh kok pas dik Rani bilang gitu," ujar Aisyah sambil terisak. Setya memeluk Aisyah, ia tahu istrinya merasa tidak enak. "Lalu apa masalahnya kau sampai menangis, kau tidak salah dik, pengetahuan agamamu lebih baik dari aku, ini yang dinamakan takdir kan, tidak ada yang menuduhmu macam-macam," ujar Setya. Aisyah masih saja menangis, Setya membalik paksa badan istrinya,mengusap air mata yang masih saja menetes. "Justru kehadiranmu membuat keluargaku

