Erika pikir dengan membuat Revan salah paham dan memberi kesempatan pada Lala untuk berusaha merebut Revan darinya maka semua masalah Erika akan selesai. Dirinya akan terbebas dari iblis menyebalkan yang sudah menggerogoti hidupku sampai akhir hayatku. Terbebas dari semua sikap menyebalkan juga sikap otoriternya seperti sang papi. Sayang, apa yang pernah diucapkan pada Lala justru sekarang menjadi bumerang. Seperti tadi ketika Lala malah menantangnya untuk berkata jujur soal janjinya untuk memberikan Lala kesempatan untuk merebut Revan, terbesit rasa tidak rela bahkan terpaksa harus mengangguk. Pikirannya campur aduk antara rasa benci, cemburu dan harga diri. Apalagi setelah melewati malam yang panas bersama Revan untuk pertama kalinya, malam di mana ia merasakan sisi hangat, manis dan r

