Erika seperti sedang berdiri di sebuah jembatan di atas sungai mengalir. Dia belum pernah kemari, tapi kenapa dia bisa ada disini? “Bagaimana, apa kamu masih kuat?” Erika menoleh terkesiap tiba-tiba ada orang disebelah mengajaknya bicara sedang tadi dia sempat celingukan tapi hanya ada dirinya sendiri. Wajah kakek itu terlihat begitu berwibawa, Erika bahkan merasa damai tidak merasa takut karena kehadirannya secara tiba-tiba. “Kuat untuk apa?” Tanyanya membalas pertanyaan si kakek. “Setelah ini kamu akan mengetahui kenyataan demi kenyataan di balik kematianmu dulu.” Sontak mata Erika melotot, ternyata tebakannya benar. Dia lah yang mendengarkan doanya. “Kenapa?” Kakek itu menoleh menatap Erika sambil tersenyum menunggu kalimat Erika selanjutnya, “Kenapa harus aku yang merasakan sep

