Revan terus mendengus kesal karena keputusan istrinya, mau ngambek tapi mereka berdua sebenarnya masih gencatan senjata. Buktinya Erika saja sudah mode bungkam lagi sepanjang perjalanan ke apartemen. Sudah susah payah di bawa bertemu dengan binatang imut peliharaannya malah Bruno dilepaskan begitu saja. “Mau masak di apartemen atau beli jadi, Yang?” “Aku ngak bisa masak.” Jawab Erika ketus. “Aku bisa kok. Yah sudah ke supermarket sebentar yuk, aku beli bahan-bahannya.” “Hem.” Revan hanya menghela nafas panjang berusaha membujuk Erika sambil melihat mood istrinya menunggu waktu yang tepat untuk bisa membahas tentang Juwita. Penculikan Erika kemarin membuat Revan makin menyadari betapa pentingnya arti seorang Erika untuk hidupnya. Baru kali ini ia merasakan seperti mau mati saja waktu

